4 Strategi Jitu Kaum Introvert Untuk Bergaul

Halo Metagrafian!

Seorang introvert terkadang sering dipandang sebelah mata karena sifat dan karakternya yang aneh, misterius, dan tak terduga.

Stereotip yang tersebar luas di masyarakat terhadap kaum introvert seperti kurangnya pergaulan, tidak bisa bergaul, lambat dalam merespon sesuatu dan tidak pandai dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, menjadi aspek yang penting untuk diklarifikasi kembali kebenarannya. Karena faktanya, kaum introvert tidak seperti apa yang menjadi stereotip di masyarakat. Sesuatu tak terlihat yang dimiliki kaum introvert itulah yang menjadi aset berharga dan berguna jika diketahui. Jadi jangan remehkan kaum introvert.

Sekarang mari kita beranjak pada permasalahan yang lebih kompleks. Tentunya permasalahan ini sering dihadapi oleh kaum introvert dalam kehidupannya sehari-hari. Seperti pergi ke suatu acara pesta atau sekedar bekerja sama dalam sebuah tim kerja. Bagi seorang introvert, hal itu akan sangat menguras energinya. Introversian akan mudah letih ketika sudah menghadiri acara besar atau sekedar berbicara di hadapan umum.

Faktanya, bersosialisasi dalam kelompok membutuhkan jumlah energi  yang besar. Pertama seperti energi siap-siap untuk keluar dari kelompok itu. Kecenderungan kaum introvert yang berpikir ke depan tentang akan seperti apa acara ini berjalan dan bagaimana akhirnya, selalu memberikan impuls negatif kepada seorang introvert.

Bahkan dari segi komunikasi saja, kaum introvert sering mendapati kesulitan agar komunikasi itu berjalan baik. Konsekuensi yang akan diterima bagi seorang introvert adalah harus memikirkan suatu jawaban atas respon dari percakapan. Kaum introvert cenderung berpikir secara matang sebelum mengatakan sesuatu. Mereka terkadang merasa ragu untuk mengungkapkan sesuatu yang ada pada pikiran mereka. Sebagian dari kaum introvert akan keliru dalam menyampaikan esensi dari suatu pembicaraan. Kondisi seperti itu memang sangat rumit dan harus segera ditanggulangi, agar pengaruhnya tidak terus menyebar kepada seluruh tubuh.

RELATED POST:  Menciptakan Kesan yang Bertahan Lama Kepada Orang Lain

Permasalahan berikutnya yang sangat krusial bagi seorang introvert adalah terlalu lama mempertimbangkan pilihan yang sebenarnya sangat mudah untuk diputuskan. Mungkin kesenangan bagi sebagian banyak orang akan muncul ketika banyak hal yang harus dilkukan atau dikerjakan. Tapi hal seperti itu akan menjadi siksaan berat bagi kaum introvert. Mereka akan terlalu lama mempertimbangkan untuk pergi ke suatu acara besar seperti pesta atau pertemuan banyak orang. Pikiran mereka merespon hal itu sebagai suatu yang sangat sulit untuk diputuskan karena didasarkan pada asas kepentingan dan kerugian yang mungkin ada.

p22_introvert2_1114

Setelah saya membaca buku The Introvert Advantage karya Marti Olsen Laney, saya mendapatkan pemahaman baru dan lanjutan yang sangat bermanfaat. Buku ini mengajarkan kepada kaum introvert untuk bisa hidup dan bertahan serta menyesuaikan diri dalam kehidupan ekstrovert. Karena memang dunia ‘memaksa’ kaum introvert untuk hidup di sekitar kaum ekstrovert. Bahkan ketika seorang introvert berada pada keluarga yang ekstrovert atau dikelilingi oleh rekan kerja ekstroversian.

Dalam buku ini juga, saya mendapatkan strategi jitu untuk kaum introvert agar bisa bersosialisasi dengan baik dalam suatu acara atau pertemuan. Berikut merupakan pembahasannya.

Strategi 1: Tanaman Laut Sea Anemone

Sea Anemone merupakan makhluk laut yang menempelkan diri pada bebatuan. Tentakelnya berayun-ayun mengikuti arus laut, dan makanan-makanan kecil yang melewatinya akan ditarik oleh tentakelnya. Sama ketika seorang introvert berada pada suatu acara pesta, Anda tidak perlu panik. Tariklah napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan sebelum masuk ke dalam ruangan. Carilah ruang yang kosong dan nyaman. Duduk di kursi kosong dan minumlah segelas minuman. Duduklah dengan rileks dan tersenyum kepada setiap orang yang melihat Anda.

Ketika Anda tersenyum kepada setia orang yang melihat Anda, pasti akan ada satu atau dua orang yang duduk di samping Anda. Pada saat itulah tentakel Anda mengambil makanannya. Berkenalan lah dan berbincang tentang suatu topik sederhana. Sesuaikan lah diri Anda dengan perbincangan itu.

RELATED POST:  4 Cara Jitu Keluar dari Pikiran Negatif

Strategi 2: Berpura-puralah

Anda sebagai seorang introvert mungkin akan cepat merasa gelisah ketika topik pembicaraan sudah tidak ada lagi di otak Anda. Tapi jangan khawatir, Anda dapat menggunakan strategi kedua berpura-pura. Misalkan ketika Anda berada pada suatu obrolan dengan kelompok bicara Anda, dan Anda tidak tahu harus berkata apa-apa lagi, mulailah untuk menjaga tatapan ekspresif Anda dan tetap mendengarkan.

Cobalah untuk tetap ekspresif mendengarkan topik teman Anda. Bertanyalah tentang topik yang sedang teman Anda perbincangkan. Anda harus terlihat ‘seolah-olah’ Anda sangat impresif dengan obrolan itu. Kadang-kadang anggukkan kepala sebagai gerak tubuh jika Anda sangat menikmati topik itu.


Strategi 3: Gunakan Properti

Siapa sangka jika properti dapat digunakan oleh seorang introvert untuk bisa berbaur di suatu kelompok. Misalkan ketika Anda berada dalam suatu pesta, gunakanlah sepatu atau pakaikan yang unik. Bahaslah properti itu dengan orang-orang sekitar Anda. Misalkan dengan bertanya, “Mengapa corak dasimu begitu lucu?”, “Sepatu ini sangat menarik karena dibuat dari bahan kulit berkualitas”, atau “Jam tangan ini terbuat dari kayu loh!”. Hal-hal seperti itulah yang bisa menjadi pencair suasana dalam obrolan Anda.

Jangan ragu dan bimbang untuk memulai komunikasi seperi itu. Kalau pun Anda tidak memiliki properti yang bisa dibahas, komentari lah milik orang di sekitar Anda. Biasanya hal seperti itu akan memberikan kesan positif. Dimana orang lain akan menganggap jika dia diistimewakan dan diperhatikan oleh Anda.


Strategi 4: Basi-basi

Introvert harus tahu jika basa-basi mengandung dasar logika yang dapat dipelajari oleh siapa pun. Basa-basi terdiri dari empat frasa: pembuka, penyambung, transisi, dan penutup.

Frasa Pembuka

Pernyataan yang bersifat netral dan terbuka yang dapat mengundang orang lain untuk berbicara dengan Anda. Frasa ini memberi hasrat untuk memulai berbicara. Latihlah diri Anda di depan cermin atau dengan seorang teman dengan menggunakan frasa ini:

RELATED POST:  5 Buku Yang Dapat Membantu Untuk Menemukan Passionmu!

“Hai, saya Jim. Anda kenal si tuan rumah dari mana?”

“Makannya enak, ya?”

Frasa penyambung

Pelajari beberapa komentar yang dapat menyambung percakapan, lalu pertahankan kesinambungannya. Frasa penyambung dapat berupa pertanyaan yang meminta pendapat atau komentar.

“Apa ya, yang membuat acara ini sangat populer?”

“Bagian apa yang paling kamu sukai dari acara ini?”

Frasa Transisi

Ketika Anda seorang introvert sudah hampir kehilangan pembicaraan dengan lawan bicara Anda, segeralah kendalikan kondisi itu. Sering kali, mengalihkan pembicaraan kepada topik awal akan menyelamatkan Anda.

“Tadi Anda mengatakan seorang guru, Anda mengajar apa kalau boleh tahu?”

“Barusan Anda bilang punya adik perempuan? Berapa umurnya?”

Frasa Penutup

Untuk mengakhiri suatu percakapan, Anda perlu mengatakan sesuatu yang tidak membuat lawan bicara Anda tersinggung. Mungkin kebanyakan introvert sering mengalami ini. Dan berikut merupakan solusi yang bisa Anda katakan untuk sebuah perpisahan.

“Kelihatannya ada teman saya disana, kemarin sudah janjian untuk ketemu, saya permisi dulu sebentar ya. Saya senang berbicara dengan Anda.”

“Saya ambil minum dulu, permisi ya.”


Kesimpulan

Itulah empat strategi bagi kaum Introvert untuk bisa bersosialisasi pada suatu acara. Intinya jangan pernah takut untuk berada di dunia ekstrovert, hargai diri Anda, dan kuasai dunia ekstrovert. Jika memang hal itu terlihat sulit untuk Anda jalani, cobalah untuk jalani saja dulu. Maka Anda akan belajar sesuatu yang sangat berharga.

Introvert. Might not say much but has a Universe Inside his Head.

-Egi Yamada

RELATED POST

Egi Yamada
About the author

My name is Egi Septiar, and I am currently in college going for my bachelor’s degree. To begin with, in 2 years from now I hope to use my talents by being a strong leader by helping to build and inspire my colleagues by creating interactions that they feel that their opinions are being heard in solving conflicts in the world of business.
2 Responses

Leave a Reply

You may also like..