Membuat Organisasi Berbasis Data

Halo Metagrafian!

Data adalah kata ajaib dekade terakhir. Ilmuwan data (Data Scientist) dan pekerjaan terkait mengungguli pekerjaan-pekerjaan lainnya sebagai pekerjaan paling dicari dan bernilai di banyak survei, termasuk yang diadakan oleh Glassdoor, laman terkenal seputar dunia karir.

Tentu saja, sebagai lapangan yang terbilang baru tumbuh (walau keberadaannya tidak baru), banyak kesalahpahaman dan rumor yang beredar. Apalagi, dalam perkembangannya yang pesat banyak sekali istilah yang dimunculkan untuk menjelaskan posisi yang berbeda di bidang data sehingga rawan menciptakan kebingungan termasuk bagi mereka yang berkutat di dalamnya.

Penulis Carl Andersen yang merupakan praktisi data di perusahaan Warby Parker mencoba mengurai benang kusut ini dengan runut dan menghadirkan buku yang dapat dibaca oleh siapa saja, baik manager maupun orang-orang yang berencana merintis karir di sini.

Kenapa harus membaca buku ini?

Perlukah membaca bila saya belum atau sama sekali tidak berminat memiliki suatu perusahaan? Saya katakan, bila kamu punya sedikit saja ketertarikan pada startup atau perusahaan modern, kamu tidak akan menyesal.

Andersen menargetkan agar bukunya bisa menjadi panduan bagi manager agar memahami ranah teknologi, dan sebaliknya agar para calon pekerja data dan teknologi mengerti sisi bisnis yang diperlukan para pegawai non-teknis. Bahasa dan ilustrasi yang digunakan jelas dan ringkas, namun tidak membuat buku ini menjadi dangkal.

Creating a Data-Driven Organization disusun mengikuti sebuah alur. Mula-mula, pembaca diajak memahami definisi data dan perusahaan berdasar data, kemudian garis besar dari proses penggunaan data dalam sebuah perusahaan secara berjenjang, mulai dari yang paling sederhana hingga paling rumit.

Kemudian, semua butir yang disebut pada bab pertama akan dikupas di bab-bab selanjutnya, diikuti pembentukan tim dan pemilihan personil data yang seimbang. Andersen lalu merunut langkah dan pembagian kerja dalam bidang data, pemanfaatannya dari segi bisnis, hingga masalah-masalah yang muncul dalam usaha penerapan data dalam perusahaan.

RELATED POST:  Yansen Kamto: Ingin Negara Kita Maju? Benahi Dulu Mental Dan Pola Pikir Pemudanya!

Setiap bahasan dibarengi dengan contoh dan anekdot dari berbagai startup dan beberapa perusahaan besar, juga wawancara dari praktisi-praktisi terkait untuk menambah wawasan pembaca. Sebuah keseimbangan yang terencana matang, saya rasa, sehingga buku ini menjadi buku yang memiliki muatan teknis namun tidak terlalu teknis, dan ringan namun informatif.

Apa keunikan buku ini?

Karena penerbit O’Reilly menjual buku ini utamanya sebagai buku digital, pembaca dapat menelusuri topik lanjutan dan artikel sejenis langsung sambil membaca. Terdapat banyak anotasi dan catatan kaki yang mencantumkan rujukan artikel daring, sebuah terobosan yang cerdas karena laju perkembangan bidang teknologi menjadikan sumber cetak terlalu lambat.

Keuntungannya, penulis dapat mengeluarkan bagian yang terlalu teknis dan merujuknya sebagai bacaan yang bisa diakses seandainya pembaca tertarik namun bukan merupakan keharusan. Kedua, rujukan berupa laman internet lebih mudah diakses daripada rujukan cetak (dan lebih murah juga).

Kerugiannya, rujukan yang tidak berbentuk fisik dapat berubah sewaktu-waktu dan benar saja, ketika saya membaca buku ini pada awal Februari 2016, tak begitu lama dari waktu penerbitan, ada beberapa tautan yang sudah tak lagi tersambung (karena laman yang dirujuk pindah atau sudah terhapus). Selain itu, rujukan berupa alamat ini akan menyulitkan pembaca yang membaca buku ini dalam bentuk cetaknya.

Saya menyarankan koneksi internet aktif dan waktu lebih saat membaca buku ini agar dapat mencerna betul tiap bab, menelusuri setiap rujukan, dan memanfaatkan fitur buku dengan maksimal.

Beberapa jenis pembaca mungkin akan menganggap keberadaan tautan rujukan sebagai elemen yang mendistraksi konsentrasi membaca dan mengabaikannya, namun saya sangat menganjurkan untuk membaca artikel-artikel yang dirujuk karena kualitas dan relevansinya.

RELATED POST:  Menjadi “The Whole Package” dengan Membaca

Kamu bisa menyelesaikan buku ini terlebih dahulu baru kembali lagi membaca tautannya, tidak perlu dipaksakan di sesi yang sama. Siapkan Feedly atau layanan penyimpan tautan yang kamu suka, sebab kamu akan mendapat banyak sumber bacaan baru dari buku ini.

Bab pertama buku ini dapat dibaca di Safari (www.safaribooksonline.com). Apabila kamu mendaftar di platform tersebut, kamu dapat mengakses seluruh buku di koleksi Safari dengan biaya langganan tetap.

RELATED POST

Lisa Santika Onggrid
About the author

Leave a Reply

You may also like..