Menjadi Karismatik Itu Bukan Bakat, Tetapi Skill

Halo Metagrafian!

Pada sebuah hari yang cerah di New York tahun 1955, Marilyn Monroe ingin membuktikan sebuah poin kepada seorang editor majalah dan fotografernya.

Mereka berjalan menuju Grand Central Terminal. Meskipun disana cukup ramai, tidak ada orang yang menyadari keberadaan Marilyn yang sedang menunggu kereta.

Marilyn ingin membuktikan bahwa hanya dengan memilih, ia bisa menjadi seorang Marilyn Monroe yang glamour atau hanya menjadi Norma Jean Barker yang polos.

Kemudian ia keluar dan berpindah ke tempat pejalan kaki, ia memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi seorang Marilyn Monroe.

Dengan sedikit perubahan sikap tubuh, ia seketika menjadi seperti magnet untuk orang sekitar. Ada aura yang terpancarkan dari dalam dirinya seakan-akan semuanya berhenti pada saat itu.

Seketika muncul kerumunan yang ingin memfoto dirinya. Orang disekelilingnya berkedip dengan penuh kekaguman melihat seorang bintang yang ada di tenagah-tengah mereka.

Ya, itulah kekuatan dari karisma seseorang.

Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang yang karismatik seperti Ir. Soekarno atau Steve Jobs?

Banyak orang yang menganggapnya sebagai unfair advantage. Namun kabar baiknya, menjadi karismatik itu sebenarnya bisa dipelajari.

Nah, pada tulisan kali ini, saya akan menjabarkan step-step bagaimana cara kita agar bisa mengeluarkan karisma yang ada dalam diri kita.

1. Pahami bahwa menjadi karismatik itu bisa dipelajari

Di dalam bukunya yang berjudul “The Charisma Myth”, Olivia Fox Cabane menjelaskan bahwa menjadi karismatik itu bisa dilakukan dengan sedikit perubahan pada kebiasaan kita.

Kita tidak perlu menjadi seorang yang sok asik ataupun tiba-tiba menjadi pendiam. Intinya kita tidak perlu mengubah kepribadian awal.

Karisma ini adalah sebuah skill, sebuah disiplin seperti halnya olahraga atau bermain musik.

Kita harus rutin melatihnya agar karisma dalam diri kita bisa terpancarkan kepada orang lain.

RELATED POST:  9 Rahasia Membaca Satu Buku Setiap Minggu

Saya yakin kamu pasti memiliki satu orang teman yang menonjol di lingkungan kamu. Entah karena postur tubuhnya yang tegap, atau suaranya yang terdengar gagah.

Orang seperti itu biasanya sudah memiliki sikap-sikap yang memunculkan karisma dirinya sejak awal. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan orang yang belum memilikinya untuk belajar.


2. Kehadiran, Kekuatan, dan Kehangatan

Agar bisa meningkatkan karisma, kita harus lebih banyak menunjukkan 3 kualitas utama dari karisma yaitu:

a. Kehadiran (Presence)

Apakah kamu pernah merasa lagi di tengah sebuah pembicaraan, tapi hanya sebagian dari pikiran kamu yang ada disana karena setengahnya lagi sedang memikirkan hal lain?

Apakah orang yang kamu ajak bicara akan menyadarinya?

Ketika kita ngga hadir disana seutuhnya, orang yang kita anggap bicara biasanya mengetahui gerak-gerik kita dari cara menjawab yang biasanya terlambat beberapa detik dan pergerakan mata yang kemana-mana.

Hal tersebut sangat tidak baik karena orang yang kita ajak bicara akan merasa bahwa dirinya tidak lebih penting dari hal lainnya yang sedang kita pikirkan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Salah satu latihan yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan meditasi. Meditasi dapat membantu kita untuk lebih sadar terhadap apa yang kita lakukan. Untuk mencari tahu cara latihan meditasi, silahkan buka disini: http://metagraf.co/insight-book/istirahatkan-pikiran-sejenak-dengan-mindfulness-meditation/

b. Kekuatan (Power)

Menjadi seseorang yang kuat berarti kita dilihat oleh orang lain sebagai orang yang bisa untuk mengubah lingkungan sekitar kita.

Bisa dari pengaruh, kekuasaan, kekayaan, ilmu, keahlian, dan lain-lain.

Kita biasanya melihat hal tersebut dari penampilan seseorang atau dari body languagenya.

Bagaimana cara agar lebih terlihat lebih memiliki power?

Ada sebuah latihan yang disebut “The Power Pose” atau “Wonder Woman Pose”. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, silahkan buka disini: http://metagraf.co/insight-book/the-power-pose-menjadi-percaya-diri-dalam-2-menit/

RELATED POST:  4 Strategi Jitu Kaum Introvert Untuk Bergaul

c. Kehangatan (Warmth)

Kehangatan seseorang terpancar ketika kita memiliki itikad baik (goodwill) kepada orang lain.

Kehangatan akan memberitahu kita apakah seseorang akan menggunakan kekuatan yang dimilikinya sesuai dengan keinginan kita atau tidak.

Kita akan dilihat sebagai orang yang dermawan, peduli atau ingin membantu sesama dalam hal yang positif.

Latihannya sederhana, yaitu cukup dengan berpikir bahwa kita akan membantu orang yang kita ajak bicara tersebut.


3. Mengatasi halangan dalam berkarisma

Ketiga kualitas tersebut biasanya terpancar dari body language yang tidak kita kontrol secara sadar. Namun, dipengaruhi oleh kondisi internal (emosional dan mental) kita.

Oleh karena itu, kita perlu untuk mengatasi halangan-halangan yang terjadi pada kondisi emosional dan mental kita.

Contoh dari halangan tersebut adalah kurang percaya diri, kegelisahan karena ketidakpastian, ketidakpuasan karena membandingkan dan lain-lain.

Saya sebelumnya pernah menulis cara mengatasi rasa ragu terhadap diri sendiri, kurang lebih cara mengatasi kondisi mental lainnya pun sama. Silahkan baca di http://metagraf.co/insight-book/impostor-syndrome/


Kesimpulan

Menjadi seorang yang karismatik bukanlah hanya bawaan dari lahir saja. Namun, merupakan sebuah skill yang bisa dipelajari oleh setiap orang. Kita harus menyingkirkan dulu halangan-halangan yang akan menyulitkan kita dalam berkarisma lalu tunjukanlah ketiga kualitas karisma yaitu: kehadiran, kekuatan, dan kehangatan.

Tulisan ini hanyalah 10% yang saya ambil dari buku The Charisma Myth karya Olivia Fox Cabane. Jika ingin membacanya lebih lanjut, silahkan beli bukunya di toko buku kesayangan kamu! 🙂

Jika kamu menyukai tulisan ini, jangan lupa untuk like & share, apabila ada pertanyaan langsung saja tanyakan di kolom komentar.

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.
1 Response

Leave a Reply

You may also like..