6 Kegiatan Yang Membuktikan Bahwa Bahagia Itu Sederhana

Halo Metagrafian!

Bahagia itu sederhana. Menurut Neil Pasricha, penulis dari The Happiness Equation, konsep kebahagiaan yang umumnya diajarkan kepada kita sejak kecil itu sebenarnya salah. Kita dibiasakan untuk berpikir bahwa kerja keras dulu, terus sukses, baru kita merasa bahagia sehingga kita selalu merasa kalo bahagia itu harus jadi tujuan akhir, sulit dicapai. Contohnya:

Belajar yang tekun dulu -> Dapet nilai A -> Bahagia

Kerja lembur dulu -> Naik jabatan -> Bahagia

Pokoknya polanya selalu seperti ini:

Neil-Pasricha-Traditional-Path-to-Happiness-X-Red-620x354

Tapi pada kenyataannya, konsep kebahagiaan itu tuh ngga kaya gitu. Setelah kita kerja keras, terus sukses, bukannya kita merasa bahagia, tetapi kita malah bikin target yang lebih tinggi. Bukannya bahagia, malah kita akan merasa gelisah karena ada target yang lebih tinggi yang belum tercapai. Dan ini berlangsung terus menerus.

Terus gimana tuh yang benernya?

Coba sekarang pola pikirnya kita ubah dan modelnya kita balik menjadi seperti ini:

Neil-Pasricha-The-Real-Happiness-Equation-Check-Green-620x334

Kalo kita mulai dengan rasa bahagia terlebih dulu, kita akan bekerja dengan lebih keras tapi tetep enjoy dan kesuksesan yang kita rasakan juga akan terasa sangat membahagiakan. Intinya adalah bahagia dulu, baru kerja keras. Menurut Neil, ketika kita merasa bahagia, otak kita akan lebih mudah untuk belajar sesuatu. Otak kita menjadi cerah tanpa ada awan mendung penghalang. Oleh karena itu, kerja keraspun akan terasa lebih mudah sekaligus bebas dari stres. Bahagiapun menjadi lebih sederhana bukan?

“It’s not necessarily the reality that shapes us but the lens through which your brain views the world shapes your reality.” – Shawn Achor

Contoh konsep tentang kebahagiaan itu seperti kita sedang bernyanyi. Bukan bernyanyinya itu sendiri yang membuat kita bahagia, melainkan pikiran yang bahagialah yang membuat kita bernyanyi. Got it?

Nah, sekarang pertanyaannya adalah gimana sih cara biar kita bisa bahagia saat ini juga? Dalam sebuah cabang ilmu psikologi yang bernama “Positive Psychology“. Ada 6 kegiatan sederhana yang telah terbukti secara ilmiah dapat membuat kita menjadi bahagia, yaitu:

RELATED POST:  The Dummies Guide to Face Challenge

1. Three Walks

Peneliti dari Pennsylvania State, Amanda Hyde mengatakan di Journal of Sport & Exercise Psychology bahwa orang yang aktif secara fisik mempunyai kecenderungan untuk merasakan bahagia dan antusias. Oleh karena itu, cara gampang untuk menjadi bahagia adalah dengan berjalan selama 30 menit setiap minggunya.


2. The 20-Minute Replay

Menurut seorang peneliti dari University of Texas, menulis selama 20 menit tentang hal positif yang terjadi kepada diri kita terbukti akan meningkatkan kebahagiaan secara dramatis. Kenapa? Karena ketika kita menulis hal positif tersebut, otak kita akan mengulang kembali pengalaman tersebut setiap kita membacanya. Tentunya kita akan merasa lebih bahagia.


3. Random Act of Kindness

Melakukan hal baik kepada orang lain secara random juga akan meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang secara drastis. Sekali-kali cobalah untuk mentraktir teman kita makan, membawakan barang belanjaan ibu-ibu di pasar atau sesimpel membuat kartu ucapan terima kasih kepada satpam yang ada di sekitar kita. Selain dari diri kita merasa lebih bahagia, tentunya orang yang kita berikan kebaikan tersebut juga akan merasa senang. Jadi, tunggu apa lagi?


4. A Complete Unplug

Kita hidup di dunia yang serba terhubung. Laptop, HP, tablet, bahkan kulkas pun sekarang udah terhubung ke internet. Kadang semua ini membuat kita merasa gelisah dan ngga bisa lepas dari internet. Agar kita bisa merasa lebih bahagia, sekali-kali kita matiin internet dan semua gadget kita dalam satu hari. Menurut sebuah studi dari Kansas State University, waktu istirahat total dari dunia digital akan membantu kita untuk recharge diri kita keesokan harinya.


5. 2-Minutes Meditation

Sekelompok tim ilmuwan dari Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa setelah mereka melihat hasil scan otak seseorang sebelum dan sesudah meditasi, mereka menyimpulkan bahwa ada bagian di otak kita yang terhubung dengan compassion serta self-awareness menjadi lebih besar serta tingkat stress kita menurun. Melakukan meditasi selama 2 menit setiap harinya akan membuat kita menjadi jarang stress dan juga merasa lebih bahagia.

RELATED POST:  Does Indonesian 'Spoilt Generation' Really Exist?

6. Five Gratitudes

Kurang lebih poin ini sama seperti poin 2. Ketika kita menulis 5 hal yang kita syukuri setiap hari, otak kita akan mengulang perasaan bahagia tersebut setiap kali kita membacanya. Kita bisa menulis 5 hal yang bisa kita syukuri dalam sebuah blog ataupun jurnal pribadi.


Kesimpulan

Kesimpulannya adalah bahagia itu sederhana. Menjadi bahagia itu tidak perlu sulit. Yang kita harus perhatikan adalah sama seperti mengendarai mobil ataupun naik sepeda, menjadi bahagia juga merupakan sesuatu yang bisa dipelajari. Jadi, apapun yang kita lakukan jangan lupa untuk bahagia!

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.
6 Responses
  1. Farieshka Nazyla

    Aku sering melakukan meditasi. Dan terkadang kebahagiaan itu datang mengisi lubuk hatiku.
    The best one!

  2. inspiratif sekali, mambangun semangat muda untuk melakukan kegiatan lebih ikhlas lagi, lebih giat, lebih jujur. terlebih, ada poin yang saya suka: menulis. menulis memang asik dan menyenangkan. terima kasih ulasannya

Leave a Reply

You may also like..