7 Prinsip Yang Membuat Hidup Lebih Bermakna

Halo Metagrafian!

Jadi, kemarin gue baru aja nyelesain baca sebuah buku pengembangan diri yang dikemas melalui sebuah cerita berjudul “The Monk Who Sold His Ferrari“.

Buku ini ditulis oleh Robin Sharma, dia adalah seorang expert di bidang leadership dan personal development yang telah menerbitkan 12 buku international bestsellers.

The Monk Who Sold His Ferrari By Robin Sharma
The Monk Who Sold His Ferrari By Robin Sharma

Buku ini bercerita tentang seorang pengacara terkenal yang bernama Julian Mantle. Pada usianya yang ke 50 ia sedang berada pada puncak karirnya sebagai pengacara. Suatu hari ketika ia sedang menangani sebuah kasus di persidangan, ia jatuh pingsan karena kelelahan. Akibat peristiwa tersebut, ia melakukan introspeksi diri. Ia merasa bahwa selama ini dirinya hampa dan ngga tau sebenernya apa tujuan hidupnya.

Sejak saat itu, ia memutuskan untuk menjual segala urusan duniawinya termasuk mobil Ferrarinya dan memutuskan untuk pergi ke India. Ia memilih India sebagai destinasinya karena merasa India adalah salah satu negara yang kaya akan unsur spiritual. Ia berharap agar menemukan seorang guru spiritual yang bisa mengajarinya tentang arti dari kehidupan.

Setelah berkelana seorang diri di India selama beberapa bulan, ia direkomendasikan untuk pergi ke Gunung Himalaya. Konon di sebuah lokasi dekat puncak Gunung Himalaya, tinggal sekelompok “monk” atau petapa yang telah memahami makna dari kehidupan. Kelompok tersebut dikenal sebagai “Sages of Sivana“.

Julian melakukan perjalanan tersebut hanya dengan bermodalkan kepercayaan bahwa Sages of Sivana benar-benar ada. Setelah perjuangannya melewati rute yang panjang dan mendaki, ia bertemu dengan Yogi Raman-ketua dari kelompok Sages of Sivana. Mereka adalah kelompok yang hidup dengan sederhana dan selalu merasakan kebahagiaan. Singkatnya, Julian tinggal disana selama beberapa hari dan membawa pulang pedoman-pedoman hidup yang mengubah dirinya 180 derajat.

RELATED POST:  5 Strategi Untuk Menemukan Passion

Banyak banget pelajaran hidup yang bisa gue dapet disini, hingga pada akhirnya gue memutuskan untuk membuat dua artikel untuk buku ini. Pada artikel yang pertama ini, gue akan membahas tentang apa aja sih prinsip hidup yang dilakukan oleh para “Sages of Sivana“.

Berikut adalah 7 poin utama tentang prinsip hidup yang dianut oleh Sages of Sivana agar bisa menjalani hidup yang penuh dengan makna dan kebahagiaan:


1. Master Your Mind

Segala sesuatu yang kita lakukan berasal dari respon pikiran kita terhadap lingkungan. Jika kita dapat membuang semua pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran positif, hidup kita juga akan lebih positif daripada sebelumnya.


 2. Follow Your Purpose

The purpose of life is a life of purpose

Quotes tersebut sangat mengispirasi gue. Maknanya adalah tujuan hidup kita itu adalah menjalani hidup yang penuh dengan tujuan. Terus gimana cara nyari tau tujuan hidup kita? menurut gue cara yang paling efektif adalah dengan bertanya kepada diri sendiri. Kalo mau tau lebih banyak, gue pernah nulis artikel di Medium tentang tujuan hidup, silahkan cek disini ya The Perfect Day to Sit & Think


 3. Practice Kaizen

Kaizen kalo dari bahasa Jepang artinya constant and never ending improvement atau pengembangan diri terus menerus. Coba kita identifikasi apa ketakutan kita, lalu lakukanlah hal tersebut. Pada awalnya melakukan hal yang kita takutkan ngga gampang dan butuh banyak usaha, namun gue percaya hasilnya pasti sebanding dengan usaha yang kita lakukan.


4. Live With Discipline

Disiplin itu berarti kita melakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh secara teratur. Disiplin juga bisa dikaitkan dengan kebiasaan-kebiasaan kita. Mulailah kebiasaan baik seperti bangun pagi, datang tepat waktu, membaca, dan apapun itu dengan disiplin agar kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

RELATED POST:  My Awesome Life Started Right After I Challenge My Assumption

 5. Respect Your Time

“A man who dares to waste one hour of time has not discovered the value of life.”

– Charles Darwin

Kita hidup di dunia ini hanya satu kali. Manfaatkanlah waktu yang ada untuk mencapai tujuan dari hidup kita. Namun, jangan lupa investasikan waktu untuk istirahat. Istirahat yang cukup ngga sama dengan membuang-buang waktu.


6. Selflessly Serve Other

Kita harus berhenti untuk melihat diri kita hanya sebagai makhluk individual, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Kebahagiaan dan makna akan terasa ketika kita membantu sesama manusia. Karena orang yang sukses adalah orang yang bisa membuat orang lain sukses.


 7. Embrace the Present

Kebahagiaan adalah sebuah perjalanan. Kita harus bisa menikmati perjalanan tersebut tanpa lupa kemana arah dan tujuan berikutnya. Hargai dan nikmatilah momen-momen spesial yang terjadi setiap hari karena hari ini adalah satu-satunya waktu yang kita punya.


Mungkin beberapa dari kita udah ngga asing lagi dengan prinsip-prinsip tersebut. Tapi, apakah kita udah bisa melaksanakannya dengan baik? Buat yang udah, bagus dan terus pertahankanlah. Buat yang belum, yuk kita coba terapin prinsip-prinsip tersebut di hidup kita. Good Luck!

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.
1 Response

Leave a Reply

You may also like..