Kebahagiaan Itu Dijalankan, Bukan Ditunggu

Halo Metagrafian!

“Happiness is not pleasure, but a by-product of a meaningful life.” – Aristotle

Gue percaya bahwa pada dasarnya setiap orang itu mencari apa yang disebut dengan kebahagiaan. Setiap orang pun mungkin memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah dengan menjalani sebuah “quest” dalam hidupnya. Apa sih quest itu? Lanjutin bacanya ya!

Berbicara tentang kebahagiaan, gue sendiri mempunyai sebuah definisi tentang kebahagiaan, yaitu kebebasan untuk menjalani hidup yang penuh makna, serta berbagi pada sesama.

Jujur, gue sendiri ngerasa bahagia banget ketika bisa berbagi tentang apa yang gue baca ke kalian semua temen-temen Metagrafian.

Nah, buku The Happiness of Pursuit ini sendiri menyajikan kisah-kisah dari orang-orang yang memiliki sebuah quest pada hidup mereka. Entah itu mereka udah berhasil ataupun masih menjalani quest tersebut.

Menurut gue pribadi, orang hebat itu yang kaya gitu. Orang yang punya tujuan dalam hidupnya dan mereka dengan semangat selalu mengejar tujuan tersebut tanpa peduli omongan orang lain. Salut banget deh sama orang-orang yang diceritain Chris dalam buku ini. So, buat kalian yang lagi mengejar mimpi-mimpi kalian, tetep semangat, kita berjuang bersama! Gue salut sama kalian guys!

Quest itu apa sih kriterianya?

Menurut Chris, ada 5 kriteria yang harus dipenuhi yaitu:

  1. Harus memiliki tujuan yang jelas dan titik akhir yang spesifik.
  2. Harus merepresentasikan sebuah tantangan yang jelas.
  3. Harus membutuhkan suatu pengorbanan apapun.
  4. Dimulai dari sebuah panggilan atau sebuah misi.
  5. Mempunyai langkah-langkah kecil yang memberikan progress bagi goal utama.

Terus contoh quest tuh yang kaya gimana?

Berikut ini adalah beberapa contoh quest yang disajikan di buku The Happiness of Pursuit

  1. Tom Allen – Berspeda keliling dunia
  2. Nate Damm – Mengelilingi benua Amerika dengan berjalan kaki
  3. Kristen Goldberg – Menyelesaikan ‘the life list’ yang ia buat pada usia 16 tahun tanpa boleh diubah sama sekali
  4. Jia Jiang – Berlatih menerima 100 tolakan dari orang lain
  5. Chris Guillebeau – Mengunjungi semua negara di dunia
  6. Scott Young – Menyelesaikan kurikulum Computer Science MIT dalam satu tahun
  7. Laura Dekker – Mengelilingi dunia dengan kapal kecil sendirian pada usia 16 tahun
RELATED POST:  What If You Have More Than One Passion?

Nah, tadinya gue pengen banget nyeritain salah satu kisah inspiratif yang ada di buku ini. Tapi karena postnya jadi terlalu panjang, buat ceritanya akan gue post besok di postingan yang terpisah.

Apa aja sih pelajaran yang bisa diambil dari buku ini?
Yuk langsung aja disimak pelajaran yang gue dapet dari buku ini.

1. Happiness is often found in pursuit of a quest.

Salah satu cara paling cepat untuk merasakan kebahagaan dan kepuasan dalam hidup adalah dengan menjalani sebuah ‘long-term goal’ atau di buku ini disebut ‘quest’.


2. There are always risks – don’t let them stop you.

Dalam menyelesaikan sebuah quest pastinya akan selalu ada resiko yang membayangi kita. Namun, kita ngga boleh kalah gitu aja sama rasa takut kita. Jika ada resiko menghadang, segeralah kita identifikasi, buat rencana, lalu atasilah resiko tersebut.


3. There are always costs – count them.

Setiap perjalanan pasti memiliki biaya yang harus kita bayarkan. Hitunglah dari awal berapa biaya yang kita butuhkan untuk menyelesaikan sebuah quest tersebut. Persiapkanlah dengan sebaik mungkin agar di tengah jalan kita ngga kekurangan uang atau apapun.


4. There are always tradeoffs – make them consciously.

Selalu ada keputusan yang harus mengorbankan sesuatu. Entah itu hubungan kita dengan orang lain, kehilangan pekerjaan, ataupun pengorbanan lainnya. Pikirkanlah matang-matang sebelum mengambil keputusan.


5. Persistence will correct many errors. Keep moving.

Ketika pertama kali kita melakukan sesuatu, akan ada perasaan khawatir atau gelisah akan terjadi sesuatu yang ngga kita harapkan. Namun, seiring berjalannya waktu, kita akan menjadi lebih percaya diri dan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.

RELATED POST:  Bukalah Dirimu Agar Lebih Cepat Akrab Dengan Orang Lain

6. Quests are personal. Do it for you.

Mungkin ngga semua orang mengerti tentang quest yang kita pilih. Itulah alasan kenapa quest itu penting. Alasannya adalah karena kita memilih untuk menyelesaikan sebuah quest karena diri kita sendiri. Bukan karena orang lain. Ya oke aja sih, selama kalian ngerasa bahwa quest ini sangat berharga buat kalian. Kenapa engga? lanjutkan guys!

Setelah gue selesai membaca buku ini, gue juga tertarik untuk menantang diri gue dengan sebuah quest, yaitu:
Membaca 1000 buku dalam jangka waktu 10 tahun.
Banyak juga ya setelah gue pikir-pikir. It’s okay, itu quest gue. hahaha

Nah berhubung tadi gue janji pengen bikin satu post lagi yang bercerita salah satu pengalaman tentang menyelesaikan sebuah quest dari buku ini. Gue pengen minta saran dong, dari tujuh contoh diatas, cerita mana yang kalian paling tertarik buat gue tulis. Tulisin pilihan kalian di kolom komentar yaa! Terima kasih!

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.
3 Responses

Leave a Reply

You may also like..