4 Cara Untuk Menghilangkan Kebiasaan Menunda

Halo Metagrafian!

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya baik-baik saja ya. Oh iya, pernah nggak teman-teman merasa sangat malas sekali untuk mengerjakan tugas? Hmmm, pastinya kita semua pernah merasakan itu kan? Hehe. Terus kenapa rasa malas itu muncul ya? Jawabannya adalah karena ada sifat menunda yang hadir dalam kita loh.

Tahukah kamu, kecenderungan untuk menunda, bagaimanapun, akan menjauhkan diri kita dalam melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan. Kalau sering ragu-ragu, menunda, menolak, ataupun menghindari sesuatu, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menghilangkan kebiasaan menunda. Wah, bahaya juga ya guys.

Oh iya, teman-teman tahu nggak apa sih yang sering menyebabkan kita menunda suatu pekerjaan? Kalau dari buku yang aku baca karya Monica Ramirez Basco, yang berjudul Never Say Later, penyebab kebiasaan menunda itu ada 4, yaitu rendahnya motivasi diri, mudah tergoda, selalu berpikir harus, dan sering membuat alibi. Tuh, pernah nggak teman-teman merasakan empat hal di atas? hehe

Baiklah. Sekarang kita akan mulai perjalanan kita nih untuk sedikit demi sedikit menghilangkan kebiasaan menunda.

1. Mengatasi Motivasi yang Rendah

Hal pertama yang harus kamu ingat, menunggu untuk mendapatkan suasana hati yang tepat ketika akan melakukan sesuatu adalah tindakan yang menyebabkan kita menunda. Anggaplah jika memang akan ada suatu perasaan yang muncul yang akan membuat kamu beranjak dari sofa, mematikan televisi, dan membuang jauh-jauh penundaan.

Nah, perasaan itu bernama motivasi. Tapi, peramasalahannya motivasi sendiri sangat sulit untuk dipahami dan dimengerti. Kita semua sepertinya nggak bisa mengharapkan si ‘motivasi’ ini datang. Akan tetapi, kadang kita harus tetap bertindak nih, walaupun motivasi kita sedang rendah.

“Tidak selamanya suasana hati yang menyenangkan dibutuhkan untuk melakukan tindakan.”

Okay guys, aku teringat tips jitu dari buku ini tentang gimana sih caranya kita bisa mengatasi motivasi yang rendah tadi. Pikirkan tugas yang sedang kamu tunda, sekarang dan mulai pertimbangkan tiga alasan yang bagus untuk membuat kamu berhenti menunda dan mulai mengerjakannya.

RELATED POST:  Pentingnya Membangun Jaringan dari Bangku Kuliah

Misalkan, Aku belum mulai mengerjakan karya tulisanku yang harus dikumpulkan minggu depan.

Alasan untuk segera mulai mengerjakannya:

  1. “Aku tidak ingin gagal di kelas ini.”
  2. “Aku menjanjikan upah bagi diriku sendiri setelah menyelesaikannya.”
  3. “Aku tidak suka merasa tertekan pada menit-menit terakhir.”

Dari tiga alasan yang dibuat, kamu tentukan deh satu alasan yang menurut kamu peting untuk membuat kamu berhenti menunda dan mulai mengerjakannya. Coba kita pikir bersama yuk, bayangkanlah ketika kita berada di menit-menit terakhir untuk mengerjakan sesuatu, sedangkan pekerjaannya belum beres. Repot kan? Haha


2. Menghalau Pikiran-Pikiran yang Menggoda

Guys, percaya nggak, menurut buku ini di dalam diri kita itu ada sosok yang bernama ‘si penunda’, dia selalu memberikan bisikan atau suara-suara kepada diri kita untuk menunda sesuatu. Pikirannya memberikan janji-janji yang tidak dapat ditepati loh. Seperti, “Nggak butuh waktu lamu buat baca materi itu, lagian gue punya waktu semalaman kok buat bacanya nanti.” Pikiran itu menjanjikan masih banyak waktu yang kita miliki.

Contoh lainnya seperti, “Lo itu hebat, gesit, cerdas lagi, nggak akan ada kesulitan kok, santai saja lah!” Pikiran itu berusaha untuk mengangkat ego kita.

Tapi, teman-teman semua harus yakin dan percaya, kalau kamu lebih cerdas daripada suara-suara itu. Kita tahu kalau si penunda di dalam diri kita sedang berbohong, memanipulasi dan menjanjikan hal-hal yang tidak dapat ditepati.

Nah, tips berikutnya adalah berlatih memberikan respons-respons kepada si penunda itu:

  • “Aku sedang berusaha menunda. Itulah yang aku lakukan, tetapi aku mau berubah.”
  • “Aku tidak mungkin menyelesaikan apa yang harus dilakukan jika terus menunda.”

Katakanlah perkatan seperti di atas kepada si penunda dalam hati teman-teman, agar teman-teman mulai untuk bertindak melakukan sesuatu.

RELATED POST:  Strategi Mewujudkan Resolusi Tahun Baru

3. Menghentikan berpikir “harus”

Oh iya, teman-teman pernah nggak sih mengatakan atau berpikir menggunakan kata harus? Nah, mulai sekarang kata harus itu perlu diganti dengan kata yang lain. Mau tahu alasannya?

“Harus adalah sebuah kata yang dapat merenggut semua kesenangan atau ketertarikan akan sebuah aktivitas, bahkan aktivitas yang paling menyenangkan sekalipun.”

Maksudnya, kalau mencoba untuk memotivasi diri dengan mengatakan hal-hal yang ‘harus’ dilakukan, kamu hanya akan memperparah keadaan. Oleh karena itu penggunaan kata harus sebaiknya diganti menggunakan alternatif lainnya.

  • “Aku harus berhenti menunda.”

“Aku akan merasa lebih baik terhadap diriku sendiri, kalau aku dapat membuat beberapa kemajuan.”

  • “Aku harus mengerjakan semuanya.”

“Aku suka jika dapat lebih teratur.”

Gimana guys? Kelihatan kan bedanya. Disaat kita menggunakan kata harus dan menggantinya dengan alternatif yang lebih baik.


4. Berhenti Membuat Alibi

Menurut buku ini, seorang penunda itu memiliki keyakinan yang menurutnya benar. Sedangkan keyakinan itu tidak didasarkan pada fakta, tapi lebih kepada perasaan. Seorang penunda atau pemalas sekalipun harus bisa bertanya kembali kepada dirinya sendiri, jika keyakinan yang mereka buat itu tidak dapat dipercaya.

Keyakinan-keyakinan itulah yang disebut denga alibi. Nih, pernah nggak teman-teman mengatakan hal seperti ini?

  • “Aku harus ngerjain tugas ini di tempat yang tenang dan sunyi.”
  • “Kayaknya sekarang bukan saatnya deh buat ngerjain itu.”
  • “Hmm…bakal aku kerjain deh nanti kalau sempat.”

Gimana guys? Contoh perkataan itu seakan menjadi alasan-alasan yang menghalangi kita untuk mengerjakan sesuatu kan? Nah, tips selanjutnya untuk berhenti membuat albi adalah :

  1. Apapun tugasnya, katakan pada diri sendiri bahwa tugas itu harus diselesaikan. Menunggu hari lain tidak akan membuat tugas itu menjadi lebih mudah.
  2. Berusahalah dengan keras meskipun untuk tugas yang ringan.
  3. Hargailah diri sendiri karena telah berhasil hingga sejauh itu.
RELATED POST:  Tips Meningkatkan Kecepatan Membaca

Kesimpulan

Kebiasaan menunda akan menjauhkan diri kita dari perubahan yang lebih baik. Mengabaikan segala sesuatu, merasa ragu, takut melakukan kesalahan, dan terlalu banyak mempertimbangkan keputusan untuk bertindak, akan menghilangkan kesempatan untuk menghapus kebiasaan menunda pada diri kita.

Empat langkah utama yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan menunda dapat dimulai dari mengatasi motivasi yang rendah, menghalau pikiran-pikiran yang menggoda, menghentikan berpikir harus, dan berhenti membuat alibi.

RELATED POST

Egi Yamada
About the author

My name is Egi Septiar, and I am currently in college going for my bachelor’s degree. To begin with, in 2 years from now I hope to use my talents by being a strong leader by helping to build and inspire my colleagues by creating interactions that they feel that their opinions are being heard in solving conflicts in the world of business.

Leave a Reply

You may also like..