5 Cara Cepat Menguasai Sebuah Skill

Halo Metagrafian!

Skill is the unified force of experience, intellect and passion in their operation.
– John Ruskin

Kali ini gue bakal bahas sedikit tentang produktivitas lebih tepatnya adalah tentang Rapid Skill Acquisition.

Wah keren banget yak! Buku yang akan gue bahas ini berjudul The First 20 Hours: How to Learn Anything Fast. Buku bercover kuning ini ditulis oleh Josh Kaufman. Dia adalah seorang peneliti, pembicara dan juga penulis dari beberapa buku best-seller lainnya yaitu The Personal MBA. Orang kerenlah pokoknya!

Mempelajari skill baru adalah kegiatan yang sangat menarik sekaligus menantang. Namun ada banyak hal yang dapat ngehambat kita untuk menguasai sebuah skill.

Nah, didalam bukunya, Josh sharing tentang apa aja sih yang harus kita siapin buat mempelajari suatu skill baru dengan lebih cepat. Ia mengatakan bahwa dalam waktu 20 jam aja, kita udah bisa melakukan sebuah skill baru.

Namun harus disadari juga dalam waktu 20 jam kita ngga bakal langsung ahli, tapi hanya sekedar bisa dalam melakukan skill tersebut. Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan yaitu:


1. Deciding Exactly What You Want To Be Able To Do

Lu harus tau tujuan belajar suatu skill itu apa. Setelah itu, lu harus menentukan mau sampai bisa apa aja sih lu dengan skill itu. Misalnya lu pengen belajar main piano, lu harus bisa menentukan apakah lu pengen bisa mainin lagu tertentu atau pengen bisa sejago Mozart(?) haha. Tujuannya adalah biar lu tahu sejauh mana harus latihan buat ngedapetin apa yang lo inginkan.


2. Deconstructing a Skill to The Smallest Possible Subskills

Disini berarti lu harus bisa ngebagi skill tersebut kepada subskill yang lebih kecil. Misalnya pake contoh main piano lagi, lu harus bisa ngebaca note balok, latihan koordinasi jari, belajar tau nada, dan lainnya. Membagi menjadi beberapa tahapan kecil akan mempermudah lu untuk ngedapetin skill tersebut dengan lebih cepat karena bisa dipelajari bertahap.

RELATED POST:  When Your Idealism Prevent You From Growth, Compromise.

3. Learning Enough About Each Subskills

Nah, selanjutnya lu harus belajar teorinya juga. Lu bisa ngumpulin sumber informasi dari mana aja apalagi sekarang kan udah jamannya internet, tinggal searching Youtube dikit pasti nemu banyak video tutorial gimana caranya main piano. Ketika lu udah tau gimana cara orang lain melakukannya, lu bisa ngelakuin koreksi kepada diri sendiri pas latihan.


4. Removing Physical, Mental, And Emotional Barriers

Buang jauh-jauh segala mental yang bikin lu terganggu ketika mau belajar. Lu harus buang perasaan “Ah ini mah susah” “Kayanya gua ngga bakalan bisa” karena itu bakal jadi halangan buat lu untuk belajar. Selain itu ketika lu udah niatin buat belajar, singkirkan gadget yang ngga berkaitan sama skill itu biar bisa lebih fokus.


5. Practicing The Most Important Subskills At Least 20 Hours

Nah ini tahap yang paling berat. Lu harus bisa konsisten paling ngga ngelakuin latihan selama 20 jam. Wah kedengerannya lama ya? Iya emang lama, tapi coba dilihat begini, 20 jam itu kan bisa berarti latihan 45 menit per hari selama kurang lebih 1 bulan. Bayangkan dalam waktu 1 bulan kedepan kalo lu mau konsisten belajar selama 45 menit which is 3.125% waktu lu dalam sehari, lu bakal udah bisa menguasai suatu skill baru! atau bahkan kalo lu lagi agak nganggur, lu bisa latihan lebih lama dari 45 menit per hari bukan?


Kesimpulan

3 dari 5 poin diatas membahas tentang hal yang perlu kita lakukan sebelum kita mulai mempelajari sesuatu. Ketika kita ingin menguasai sebuah skill namun kita ngga melakukan persiapan apapun, hasilnya pasti ngga bakal sesuai sama yang kita harapkan dan malah susah buat menguasai apa yang kita pelajari tersebut. Nah, berhubung udah tau cara-caranya, yuk kita eksplor sekitar dan pelajari lebih banyak hal diluar sana! Good Luck!

RELATED POST:  Menciptakan Budaya Membaca untuk Mengubah Dunia

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.
4 Responses
  1. Reza W.

    Yup, kebanyakan orang ga spesifik dalam membuat goal.

    “Gua mau jadi tajir”
    “Gua mau jadi cantik”
    “Gua mau jadi pinter”
    “Gua mau jago main piano”

    Dari contoh di atas, ga ada yang spesifik, sehingga mereka ga tau sampe mana mesti latihan, dan kapan goal mereka akan tercapai.

    Dalam buku Think and Grow Rich, dijelaskan kalo orang-orang kayak gini kemungkinan besar gagal, kenapa?

    Karena goalnya sendiri ga jelas, sehingga ga bisa diketahui progressnya sampe mana.

    Tulisan yang bagus, nice!

    Omong-omong, 45 menit itu 3.125% dari 24 jam πŸ˜€

Leave a Reply

You may also like..