Strategi Mewujudkan Resolusi Tahun Baru

Halo Metagrafian!

Tahun 2015 sebentar lagi akan berakhir dan akan berganti menjadi tahun yang baru. Beberapa dari kita pasti ada yang berpikir

Wah udah mau tahun baru aja, belum resolusi tahun ini gue jalanin.

Bener ngga sih? gue sendiri juga begitu sih kenyataannya haha.

Ada beberapa resolusi tahunan yang terus terulang dari tahun ke tahun. Mungkin beberapa dari kalian juga ada yang ngalamin hal yang sama misalnya “Baca satu buku setiap minggu” “Belajar setiap hari.” dan lain-lain.

Contohnya kalo di list gue adalah “Lari pagi setiap minggu.” Satu kalimat tersebut selalu berulang kali hadir di resolusi tahunan gue, tapi kenapa sih ngga pernah gue jalanin? Setelah gue coba analisis, gue sadar kalo selama ini walaupun gue udah nyoba lari pagi berulang-ulang kali, gue ngga pernah ngejadiin lari pagi itu sebagai habit.

Untungnya, kemarin gue baru selesai baca satu buku yang judulnya “The Power of Habit” karangan dari Charles Duhigg. Di buku ini, Charles ngejelasin tentang gimana sih konsep suatu kebiasaan bisa terbentuk. Nah, pada hari ini gue bakalan share sebenernya gimana sih cara membuat habit itu dan gimana biar resolusi tahunan yang selalu terulang itu bisa terlaksana di tahun depan.


The Habit Loop

pic-22-450x338

Saat pertama kita melakukan sesuatu, otak kita masih aktif sepenuhnnya dalam menjalankan suatu proses. Namun, sebuah pola kebiasaan akan terbentuk ketika kita udah ngejalanin proses tersebut selama beberapa kali. Fungsi kognitif dari otak akan diam dan digantikan oleh gerakan otomatis dimulai pada saat proses tersebut dipicu hingga ada reward yang kita terima.

Contohlah dari pengalaman naik sepeda. Pada masa-masa awal kita belajar naik sepeda, kegiatan ini akan terasa berat dan melelahkan karena otak kita sadar secara sepenuhnya. Namun, ketika kita udah terbiasa, otak kita udah ngga pegang kendali secara sepenuhnya lagi dan bisa dijalankan secara otomatis. Hal ini disebabkan oleh habit yang udah terbentuk sehingga kita udah ngerasa biasa aja gitu kalo naik sepeda.

RELATED POST:  Potensi Dibalik Introversi

Semakin sering kita menerima reward dari kegiatan yang kita lakukan, akan semakin peka diri kita untuk mengantisipasi pemicu-pemicu selanjutnya dan habit tersebut akan terasa lebih mudah untuk dijalankan.

Sekarang gue akan ngejelasin per-bagian secara detail yaitu:

1. Cue/Pemicu

Ketika kita ingin menciptakan sebuah habit, pemicu ini gunanya adalah untuk menyadarkan otak kita bahwa suatu habit akan segera dimulai, sehingga otak kita ngga perlu fokus sepenuhnya kepada kegiatan tersebut. Pemicu bisa berupa beberapa hal, seperti:

a) Lokasi
b) Waktu
c) Perasaan emosional
d) Orang lain
e) Kegiatan sebelumnya

Contoh dari pemicu untuk kegiatan lari pagi adalah

a) Dimana kita melakukan habit tersebut?
Lapangan Unpad
b) Jam berapa kita melakukan habit tersebut?
Jam 7 – 9 pagi setiap hari Minggu
c) Apa perasaan yang kita rasakan ketika ingin melakukan habit tersebut?
Bersemangat untuk lari
d) Dengan siapa kita akan melakukan habit tersebut?
Bersama si dia hahaha
e) Apa kegiatan yang kita lakukan sebelum melakukan habit tersebut?
Pemanasan secara ringan

Kita juga bisa menambahkan suatu barang untuk mengingatkan kita kepada sebuah habit. Misalnya, kita meletakan sepatu lari kita di sebelah tempat tidur, sehingga ketika kita bangun tidur, kita akan teringat untuk lari pagi. Semakin kuat suatu pemicu, akan semakin mudah kita dalam melakukan sebuah kebiasaan.


2. Routine/Rutinitas

Rutinitas ini adalah sebuah kegiatan utama yang kita lakukan dalam sebuah habit. Misalnya adalah lari pagi, membaca buku, meditasi, dan lain-lain.


3. Reward/Hadiah

Reward merupakan sesuatu yang kita rasakan ataupun lakukan ketika diri kita telah selesai melakukan sebuah rutinitas. Misalnya ketika kita selesai lari pagi, kita selalu minum Pocari Sweat, nah si Pocari ini bertindak sebagai reward dari kegiatan yang telah kita lakukan. Kita bisa melakukan sebuah eksperimen dengan cari mengganti reward yang kita terima. Misalnya pada minggu pertama kita minum Pocari, lalu minggu kedua kita minum teh manis, dan seterusnya. Lalu kita bisa bandingkan mana reward yang membuat kita ketagihan dan cocok dengan kebiasaan lari pagi.

RELATED POST:  Pelajaran Hidup Dari Kisah Perjalanan Meraih Mimpi

Kesimpulan

Setelah kita mengidentifikasi cue dan reward tersebut, kita harus menyiapkan sebuah mantra. Mantra ini bertujuan sebagai pemicu yang dapat membuat kita lebih berkomitmen untuk melakukan sebuah kebiasaan.
Tulislah mantra seperti ini dan simpan di tempat yang biasa kamu lihat, misalnya wallpaper HP ataupun di kamar.

“Setiap hari disaat (pemicu terjadi) gue akan melakukan (rutinitas)”

Baca kalimat tersebut setiap hari maka kita akan lebih mudah dan terbiasa untuk berkomitmen membuat sebuah kebiasaan baru!

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.

Leave a Reply

You may also like..