Jangan Percaya Dengan Apa Yang Saya Tulis Pada Artikel Ini

Halo Metagrafian!

Saya sadar kok ini judulnya super-clickbait.

Maaf ya, ini emang artikel dengan judul ter-clickbait yang pernah saya buat. Tapi itu literally poin yang ingin saya sampaikan kepada kalian.

Jangan mudah percaya.

Apalagi sama artikel online.

“Kalau ingin sukses harus eksekusi secepat mungkin.”, “Semua harus dipersiapkan dengan rencana yang detail.”

Udah sering kan denger kalimat seperti itu di artikel yang menulis tentang “kesuksesan”?

Jadi, yang mana yang benar?

Apalagi kalo kita liat di online media jaman sekarang yang rata-rata memakai judul super-clickbait dan ternyata isinya cuma bikin kita bilang, “meh.”

*semoga artikel ini ngga termasuk ya.*

Klise. Semuanya klise.

Klise itu sendiri apa sih?

Klise itu artinya adalah sebuah ungkapan atau gagasan yang telah digunakan secara berlebihan hingga maknanya menjadi hilang.

Sedikit kita bicara tentang sejarahnya, klise itu asalnya dari bahasa prancis yaitu “cliché”. Sebenarnya cliché itu adalah sebuah plat metal yang digunakan untuk mencetak kertas berulang kali.

Jadi orang-orang tuh pake istilah klise buat frase yang biasanya terlalu sering digunakan misalnya quotes, nasihat, atau apapun yang terlalu sering disebut hingga kehilangan maknanya.

Nah, Neil Pasricha di buku “The Happiness Equation” bikin list tentang quotes-quotes yang biasa digunakan sebagai nasihat.

Dan ternyata, banyak juga yang isinya bertentangan.

Kenapa bisa bertentangan?

Ya karena pada dasarnya ngga ada nasihat yang benar-benar ngga bisa terbantahkan.

Pasti aja selalu ada kebalikannya.

Nih beberapa buktinya:

“Defense wins championships.” vs. “The best defense is a good offense.”

“Clothes makes the man.” vs. “Don’t judge a book by it’s cover.”

“You get what you pay for.” vs. “The best thing in your life are free.”

RELATED POST:  Apakah Kamu Mengendalikan Pikiranmu atau Pikiranmu Mengendalikan Dirimu?

“You’re never too old to learn.” vs. “You can teach an old dog new tricks.”

“Good things come to those who wait.” vs. “The early bird gets the worm.”

*sorry, kebanyakan quotes yang saya temuin pake bahasa inggris dan agak aneh buat di translate.*

Kalo gitu yang mana nasihat yang lebih baik?

Ya tergantung, nasihat yang baik itu nasihat yang bisa membantu kamu untuk menjadi lebih baik.

Kalo ternyata nasihat itu bertentangan sama prinsip kamu dan ngga bikin kamu berkembang, ngapain diikutin?

Dan pastinya itu akan berlaku pada keadaan tertentu aja.

Nah, meskipun contoh dari kedua quotes yang saya berikan itu bertentangan, tapi dalam kondisi tertentu keduanya itu benar.

Real casenya gini deh, kamu ngerasa kalo kamu itu salah jurusan dan minta nasihat ke temen kamu buat nentuin mending ikut SBMPTN ulang apa lanjut aja. Kamu nanya ke si A dan si B.

Si A bilang gini, “Yaudah lu ikut SBMPTN lagi aja, biar nanti lu bisa lebih bebas mengejar passion lu.”

Si B bilang gini, “Wah jangan keluar lah, masuk sini susah tau, bayangin berapa orang yang harus lu kalahkan demi bisa kuliah disini? Udah sabar aja dikit lagi lulus.”

Ini yang harus kamu ingat: Nasihat itu hanya merefleksikan pikiran si penasihatnya, bukan pikiran kamu.

Orang tua kamu pasti punya pendapat yang beda sama temen kamu, apalagi dosen kamu, apalagi gebetan kamu, apalagi mantan kamu. #eh

Quotes, nasihat, atau artikel yang bikin kamu relate itu cuma membuktikan bahwa sebenarnya kamu udah mikirin hal itu.

Bukan berarti harus kamu ikutin.

Ada sebuah quotes dari Charles Varlet, “When we ask advice we are usually looking for an accomplice.”

RELATED POST:  4 Cara Jitu Keluar dari Pikiran Negatif

Biasanya kalo kamu minta nasihat ke orang lain tuh sebenernya buat nyari temen aja. Membuktikan kalo ada orang lain yang mikir sama kaya kamu.

Tapi sebenernya, buat apa juga mikir kaya gitu?

Itulah kenapa kita suka sama beberapa nasihat dan ngga suka sama nasihat lainnya.

Kesimpulan

Neil punya sebuah nasihat terbaik buat kamu:

Jangan dengerin nasihat dari siapapun.
Termasuk nasihat ini. #Nasihatception.

Kalo kamu lagi galau buat ngikutin nasihat yang mana, semua jawaban yang kamu cari sebenernya udah ada dalam diri kamu.

Jangan gampang ngikutin orang lain, coba kenalin diri kamu sendiri lebih dulu. Biar nantinya kamu bisa nentuin mana yang terbaik buat kamu sendiri.

Poin saya adalah coba pertanyakan dan pikirkan lagi segala nasihat yang kamu dapatkan daripada langsung ditelan mentah-mentah.

Kenali diri kamu dan belajarlah bertanggungjawab atas apa yang kamu pilih. Good Luck!

NB: Nasihat sama feedback itu beda ya. Kalo bingung, tanya di komen aja.

May all beings lives in peace & joy 🙂

RELATED POST

About the author

An avid learner that passionate on reading, thinking, and writing. Student at Entrepreneurship SBM ITB.

Leave a Reply

You may also like..